Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Perbandingan speedometer GPS,… Race Logic vs Wayway Q4331 …!!!


Well,… didasari oleh rasa penasaran gimana seeeh akuratnya antara 1 alat GPS dengan GPS lain… maka juragan mencoba melakukan komparasi alat …!!! Ukuran yang dicoba adalah speedometer untuk mengukur kecepatan antara Race Logic yang sudah umum digunakan dalam mengetest keakuratan kecepatan dengan GPS Wayway Q4331 … !!! Hasilnya pun dapat dijelaskan sebagai berikut … :mrgreen:



Ternyata 2 alat tersebut menunjukkan perbedaan pada titik waktu pengukuran …!!! Pada saat akselerasi misalnya pada kecepatan 5 km/h… Race logic telah menunjukkan angka tersebut… namun GPS wayway masih menunjukkan angka 0 km/h …!!! Demikian pula ketika mobil digeber … race logic bisa mengikuti sampai 40 km/h… namun wayway baru sampai 36 km/h …!!! Yaaagh hal ini memang bisa dimaklumi karena race logic cukup ‘sensitif’ terhadap perubahan kecepatan… sedangkan GPS wayway terlihat ‘kurang sensitif’ …!!! Hasil pengukuran nya terdapat deviasi sekitar 0 – 5 km/h …!!!


Demikian pula saat deselerasi,… terdapat pula perbedaan kecepatan… dimana ketika race logic telah menurunkan kecepatan… wayway masih lambat mengikuti pergerakan penurunan kecepatan tersebut …!!! Misalnya saja terjadi penurunan kecepatan dari 50 km/h …. pada saat race logic menunjukkan angka 35 km/h … wayway menunjukkan angka 37 km/h …!!! Demikian pula ketika penurunan kecepatan dimana race logic menunjukkan angka 10 km/h… maka wayway menunjukkan angka 14 km/h …!!! Lagi-lagi selisihnya bisa mencapai 0 – 5 km/h …!!!


Dari hasil ini juragan agak geleng-geleng kepala… lha wong sama-sama alat GPS langsung nembak ke satelit saja hasilnya bisa beda … pada suatu waktu pengukuran …!!! Sayang saza juragan belum sempat mengetest perbandingan pada alat model handphone atau IPad yang nggak punya chip khusus untuk nembak ke satelit… dimana ada juga applikasi seperti Speedomter …!!! Last,… yang bisa disimpulkan adalah… ternyata untuk pengukuran kecepatan pun… nggak bisa digunakan sembarangan alat… so hati-hati dalam pengukuran …!!! :D



Filed under: Otomotif, Parts Tagged: Race Logic, Wayway Q4331

DUCATI MULETTO RODA TIGA?

Sudah pasti kita gak akan asing lagi mendengar brand motor Ducati asal Italia itu, terlebih lagi kalau agenda nonton MotoGP ataupun WSBK gak pernah terlewatkan sama sekali. Ducati sudah terkenal dengan desain motor yang sangat eksklusif namun artistik, bisa dibilang juga kalau motor buatan Ducati sebagai maha karya dalam dunia otomotif roda dua. Coba lihat saja dari Ducati Monster, Ducati Multistrada, Ducati Desmosedici hingga Ducati Diavel, semuanya tampil sangat memukau para bike enthusiasts. Tak heran, penggemar motor asli Italia yang bermarkas di Bologna ini menyisihkan uang yang relatif besar untuk bisa meminang motor Ducati ini. Ditambah lagi performa motor Ducati memang sangat tangguh dan tampil menawan. Sebagian orang mengganggap motor ini sulit dikendalikan dan terkesan liar. Dibalik gencarnya Ducati memproduksi motor-motor supernya saat ini, ternyata Ducati memiliki sejarah juga dalam perkembangan versi roda tiga. Kita tahu bahwa pemain lama kendaraan roda tiga adalah Bajaj dan Piaggio, nah bagaimana dengan Ducati?

Mesin Ducati Muletto 200cc


Seperti yang kita ketahui, model mesin Ducati biasa mengadopsi model L-twin. Nah, bagaimana dengan produk satu ini? Sangat klasik sekali...

Ducati Muletto 200cc tampak depan dengan model bak terbuka

Inilah kendaraan roda tiga yang diproduksi oleh Ducati, mereka memberi nama Ducati Muletto, berbasis mesin 2 stroke OHC single, dengan kubikasi 200cc yang diproduksi pada tahun 1958 dengan kecepatan maksimum 60 km/jam dan daya tampung mencapai 350 kg. Muletto 200cc merupakan versi terakhir kendaraan roda tiga yang diproduksi oleh Ducati. Walau sebelumnya pernah juga memproduksi Muletto dengan kapasitas 175cc pada tahun 1957 dan Fattorino pada awal tahun 1950 yang berkapasitas 48cc.

Tangki bahan bakar Muletto


Yang menarik pada produk ini adalah apa yang akan terjadi dengan image Ducati saat ini, apabila Jakarta sejak jaman dulu tidak menggunakan roda tiga pabrikan Bajaj untuk transportasi umum, melainkan Ducati Muletto 200cc yang notabene 2 tak dan asapnya mengepul kemana-mana? Apakah kita akan enggan memakai motor dengan embel2 Ducati? Hal ini terjadi juga pada varian motor Bajaj, sebagian orang enggan meminang motor Pulsar karena ada embel2 Bajaj (atau sering disebut bajay, bajay bajuri)...Silahkan dinikmati dan salam!

Dengan balutan warna hijau dongker, cocok buat dikoleksi

Iklan Ducati Muletto versi convertible?
Sumber dan Foto : Bikeexif , Ducatinewstoday dan Hamachamps

HEIWA MOTORCYCLE

Honda Rebel. Foto : www.heiwa-mc.jp


Heiwa motorcycle merupakan brand motor custom beraliran japs-style yang berlokasi di Jepang. Memang rasanya belum lengkap apabila membicarakan custom motor beraliran klasik modern seperti cafe racer, scrambler, bobbers, brat style, hot-dock, street tracker, flat tracker, dll tanpa membahas japs-style yang notabene paling banyak dijumpai di jalanan Indonesia. Hal ini didukung karena mayoritas motor yang beredar di Indonesia berasal dari Jepang. Selain motor keluaran Jepang sudah lama beredar disini, ternyata model klasik pun masih  cukup banyak dijumpai seperti halnya Honda CB...

Nah, Heiwa motorcycle walaupun spesialis modifikasi motor Jepang, ternyata juga mengerjakan proyek custom untuk motor non Jepang seperti Harley Davidson, Triumph, BSA, dll. Melalui situs www.heiwa-mc.jp akan kita temukan hasil custom yang sangat bervariasi dari mulai Honda FTR223, Kawasaki W650, Suzuki Volty250, Yamaha SR400 dan masih banyak lagi. Bagi para penggemar aliran japs-style, semoga artikel ini boleh memberi inspirasi dalam melakukan ubahan pada motor kesayangan bro sekalian. Silahkan dinikmati dan salam!

Harley Davidson XLH 1200. Foto : www.heiwa-mc.jp

Honda FTR223. Foto : www.heiwa-mc.jp

Kawasaki W650. Foto : www.heiwa-mc.jp

Suzuki Volty 250. Foto : www.heiwa-mc.jp

Yamaha SR400. Foto : www.heiwa-mc.jp



BEEMER SCRAMBLER

Melihat judul artikel di atas, pasti kita akan membayangkan sebuah motor yang beraliran scrambler. Lain ladang lain belalang, begitu pula antara cafe racer dan scrambler merupakan dua aliran yang berbeda. Meskipun sama-sama mengusung aliran modifikasi klasik modern, secara visual pun scrambler berbeda jauh dengan cafe racer. Scrambler dikategorikan sebagai aliran modifikasi yang sering diterapkan pada motor klasik, walaupun pada kenyataannya banyak juga motor keluaran baru yang menginginkan modifikasi dengan aliran ini.

BMW R100/7 Scrambler. Foto : www.bikeexif.com


Ciri-ciri paling mudah yang bisa dilihat pada motor beraliran scrambler adalah spakbor belakang yang menggantung. Spakbor depan tetap diaplikasikan tidak seperti tipe cafe racer, namun sama-sama menggunakan single jok (ini motor idealis ya). Lalu penggunaan velg jari-jari yang dibalut dengan ban tipe grass track atau tipe ban trail. Perbedaan juga tampak pada penggunaan stang trail, selebihnya adalah kesan klasik tetap dipertahankan...

Nah, Beemer yang dimaksud sebenarnya erat kaitannya dengan motor scrambler yang akan ditampilkan disini yakni motor BMW scrambler. Beemer sendiri adalah sebutan yang biasa dipakai oleh orang Amerika kepada para pemilik motor BMW. Ok, scrambler yang satu ini adalah ubahan dari BMW R100/7 yang diproduksi pada 1977 silam. Dan coba lihat bentuk asli dari BMW ini, mungkin gak akan semenarik sesudah dimodifikasi ke model scrambler. Perubahan lumayan drastis juga ya, dengan balutan warna hitam doff pada semua elemen rangka, mesin, kanlpot dan velg, terkesan motor ini berat, bandel dan kokoh. Cukup paduan dengan warna putih pada tangki dan bodi samping, maka motor scrambler ini terlihat lebih dinamis. Selamat menikmati dan salam!

BMW R100/7. Foto : www.bikeexif.com


6 LANGKAH MUDAH MEMBUAT CAFE RACER

Beberapa tahun belakangan ini, motor tipe cafe racer cukup digemari oleh bike enthusiasts. Memang benar, cafe racer adalah jenis motor balap klasik dan memiliki ciri khas dimana motor tampil sangat sederhana :) Biasanya cafe racer tampil dengan single jok, buritan berbentuk oval mengecil, tangki bahan bakar yang lebih panjang dari motor pada umumnya, tidak dilengkapi spakboard baik depan dan belakang, velg lebar jari-jari dan posisi stang dibawah yoke/segitiga atas. 



CS-1 yang dimaksud bukanlah Honda CS-1 hasil garapan RnD AHM Indonesia. Melainkan salah satu jenis motor custom yaitu Ryca CS-1...

Ryca Motors berpusat di Los Angeles Amerika, yang didirikan oleh Ryan Rajewski dan mantan engineer NASA Casey Stevenson. Jadi nama inilah yang menjadi nama dari brand Ryca Motors. Untuk CS-1 sendiri didesain oleh Casey Stevenson yang menggunakan basis mesin dari Suzuki S40/Savage yang beredar sejak tahun 1986. Walaupun S40 mempunyai harga yang sangat murah sekali, motor ini dibekali mesin dengan kapasitas 650cc berpendingin udara serta 5 percepatan. Basis dari motor cruiser inilah yang lantas dijadikan basis mesin dari Ryca CS-1.




Yang membuat unik motor Ryca CS-1 adalah, Anda cukup membeli Suzuki S40 dengan harga murah, tak masalah meski sudah jadi rongsokan. Asalkan mesin, sasis, tangki, velg belakang dan suspensi masih cukup bagus. Dan sediakan $2995 untuk mendapatkan paket CS-1 kits dari Ryca (ini adalah part2 utama dalam mewujudkannya menjadi Ryca CS-1) dan Anda bisa membangunnya sendiri dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan disebutkan dalam waktu 5 hari saja sudah bisa jadi (tergantung dari berapa lama waktu yang dihabiskan mengutak-atik motor dalam 1 harinya). Faktor inilah yang gak didapatkan dari tempat modifikasi lainnya. Anda diberi kemudahan dalam mendapatkan part cafe racer yang siap digunakan, dan Anda pun memiliki kesempatan untuk menciptakan motor cafe racer idaman sendiri seperti tutorial. Gak mau ribet? Ryca Motors pun memberikan kesempatan kepada Anda untuk mengirimkan Suzuki S40 ke Ryca Motors dan mereka akan membangunnya untuk Anda cukup dengan $3995 dan Anda akan mendapatkan Ryca CS-1 seperti yang diinginkan. Fantastis bukan?

Tutorial membuat Ryca CS-1 dengan 6 langkah saja.


Sumber dan foto : www.rycamotors.com


KODE RANGKA KTM DUKE 125

Masih seputar KTM Duke 125 yang bikin penasaran :) Ya, setelah mendapatkan info dari salah satu member Group KTM di  Facebook yakni bro Joella Joe yang kebetulan asal Singapura dan memiliki KTM Duke 125, ternyata KTM Duke 125 yang beredar di Singapura memiliki kode rangka VB. Foto ini diambil oleh bro Abdul Hafiez Qamaruddin. Setelah mengecek VIN (Vehicle Identification Number) melalui Wikipedia, didapatkan kode VA-VE yang merujuk pada negara asalnya yakni Austria. 

Kode rangka VB. Foto : Abdul Hafiez Qamaruddin dan Joella Joe

Akhirnya terjawab sudah, produk KTM Duke 125 yang beredar di Eropa maupun di Asia memang merupakan hasil kerjasama antara Bajaj Auto India dan KTM Austria. Beberapa part yang diketahui asal India juga diterapkan pada motor Austria ini. Sejauh yang bisa diterawang untuk saat ini dari eksteriornya adalah ban merek MRF, tutup tangki dari varian Pulsar, panel stang, master rem Bybre, kaliper belakang Bybre dan tuas rem-kopling pada stang, atau mungkin ada yang bisa menambahkan?

Jadi besar kemungkinannya, apabila KTM Duke yang akan dipasarkan di Indonesia, entah itu seri 150/200/250 cc, setidaknya part-part yang menempel sebagian besar masih bawaan asli dari pabrik KTM Austria. Dan yang terpenting kalau bisa harganya tetap kompetitif...Salam!

DUKE 125 TERNYATA MEMAKAI BAN MRF

Masih merupakan artikel sambungan dari "PABRIK PERAKITAN KTM DUKE 125 DI AUSTRIA". Ternyata ada salah satu indikasi menarik yang menguatkan analisa saya bahwa KTM Duke 125 yang sudah beredar di Eropa maupun Singapura atau bahkan di Indonesia versi IU (Importir Umum) sudah merupakan basis KTM Duke yang sudah diproduksi dari Bajaj Auto India. Berikut adalah foto ban yang ada pada KTM Duke 125 di Austria, yakni merek MRF REVZ-C, tak diragukan lagi bahwa merek MRF adalah brand ban kendaraan asal India. 

Ban belakang 150/60 dan depan 110/70 dengan merek MRF REVZ-C. Foto : www.xbhp.com


Bagi pemilik roda dua Bajaj Pulsar pasti sudah tak asing dengan ban merek MRF yang memang kurang begitu cocok dengan kontur jalanan di Indonesia. Namun, produk MRF yang menempel pada KTM Duke 125 tentunya akan beda jauh dengan tipe ban MRF yang menempel pada varian Bajaj Pulsar selama ini. Selamat menikmati dan Salam!

PABRIK PERAKITAN KTM DUKE 125 DI AUSTRIA

Pabrik KTM di Mattighofen, Austria. Foto : www.xbhp.com


Melalui forum otomotif XBHP yang berlokasi di India ini, ternyata salah satu punggawa XBHP magazine yakni Sundeep Gajjar a.k.a. Sunny sempat melakukan perjalanan ke pabrik terbesar KTM di Mattighofen, Austria. Dalam perjalanan turnya di dalam pabrik KTM, dia melihat motor-motor KTM Duke 125 dari India yang sedang dibongkar dan dilakukan pengecekan kembali dari segi kualitas. Wow, apakah ini memang membuktikan kebenaran bahwa Duke 125 memang sudah diproduksi oleh Bajaj Auto India? Karena memang dari awal pemberitaan produksi Duke 125 di Austria sekitar akhir tahun 2010 lalu, Austria hanya membuat sampel Duke 125 untuk kemudian produksi selanjutnya dilakukan di Bajaj Auto India. So...

Dari keterangan ini berarti launching produk KTM Duke 125 di Singapura beberapa waktu lalu, seharusnya sudah merupakan versi India. Begitu pula dengan KTM Duke 125 yang meluncur ke Indonesia melalui IU (Importir Umum) pun harusnya sudah versi India, seperti yang sudah dicoba oleh Indobikermags.com. Memang, pasar motor Duke 125 sebenarnya untuk pangsa Eropa, sedangkan pangsa Asia adalah versi KTM Duke 200 (telah launching di Malaysia dan Brazil)

Nah, untuk memastikan dan membuktikan apakah KTM Duke 125 ini memang sudah diproduksi massal oleh Bajaj Auto India, perlu kita ketahui bahwa setiap nomor rangka pada motor selalu diawali oleh kode huruf 2 digit seperti yang pernah dibahas oleh tmcblog.com. Untuk motor produksi India akan berkode MA-ME dan ini dibuktikan kebenarannya pada saat mengecek nomor rangka Bajaj Pulsar 180 UG3 didapatkan kode 2 huruf di depan yakni MD. So, tinggal menunggu kesempatan untuk datang langsung ke dealer KTM di Jakarta yang menyediakan KTM Duke 125 dan melihat kode nomor rangka. Hal ini nanti akan saya tanyakan juga kepada salah satu member Group KTM 200 Indonesia di Facebook, yakni member asal Singapura yang kebetulan sudah membeli KTM Duke 125 di Singapura, siapa tahu dia bisa membantu untuk memberikan keterangan nomor rangkanya sesudah membaca artikel ini :)

Wah, berarti seperti dilansir oleh Indobikermags tentang kualitas finishing dan detail produk yang sangat luar biasa dari KTM Duke 125 ini bisa membuktikan bahwa motor produksi Bajaj Auto India pun sangat memperhatikan betul finishing dan kualitas material bahkan untuk kelas premiumnya seperti KTM Duke ini. Ya, kita tunggu saja ya hasilnya. Oya, kembali lagi ke proses perakitan KTM Duke 125 di Austria ini, ternyata saya cukup terkesan dengan suasana yang ada di dalam pabrik KTM ini karena terlihat sangat rapi dan bersih, hal ini bisa menjadi contoh bagi pabrikan-pabrikan yang lain. Dan foto-foto yang diambil oleh Sundeep Gajjar ini terlihat sekali sangat profesional. Oya, beliau yang juga merupakan CEO XBHP ini juga sempat bekerja sama dengan saya sekitar akhir tahun 2010 lalu, dimana beberapa artworks saya tentang Bajaj Pulsar diorbitkan disini dalam XBHP Magazine dan XBHP forum.

Selamat menikmati dan Salam!

Foto : www.xbhp.com

Motor ini memang sangat maskulin. Foto : www.xbhp.com

Dalam angle seperti ini, buritannya kok mirip Ninja250R ya? Foto : www.xbhp.com

Model batoknya sangat berkarakter! Foto : www.xbhp.com

Motor ini bakal diidamkan terus oleh para bike enthusiasts. Foto : www.xbhp.com

Rapi. Foto : www.xbhp.com


AKHIR OKTOBER, DUKE 200 LAUNCHING DI INDIA


Via motorbeam.com didapatkan info yang cukup menarik bahwa KTM Duke 200 akan resmi launching pada akhir bulan Oktober di India. Kemudian semua pengiriman produk ini akan dilakukan mulai bulan Januari 2012. Disana disebutkan bahwa Bajaj benar-benar akan memposisikan harga Duke 200 sangat kompetitif sekali. Oleh karena harga yang sangat bersaing tersebut, maka akan dijumpai sebagian part Pulsar yang akan menempel pada KTM Duke 200. Dan perkiraan harga akan dikisaran 1.4 lakhs (140000 rupee) yang berarti sekitar 25 juta rupiah! Wow...! (Itu harga di India, jadi kalau dijual di Indonesia maksimal kena pajak dll sekitar 30 juta-an). Harga ini jelas jauh di bawah CBR250 dan Duke 200 tetap bermain di area yang aman. Nah...

Dengan beberapa spesifikasi yang sudah sering kita jumpai di media online lainnya, disini disebutkan juga bahwa selain power yang dihasilkan cukup besar sekitar 22-24 hp, generasi Pulsar berikutnya akan datang bersamaan dengan Duke 200. Wah, sebuah persembahan terbaik bagi Pulsar lovers nih. Jadi, berita launchingnya Duke 200 di India ini merupakan deretan peristiwa launching Duke 200 di beberapa negara tetangga kita seperti Malaysia dan Brazil beberapa waktu yang lalu. Ehm...mengingat perbedaan waktu launching setiap produk Bajaj dari India dan Indonesia yang tidak terpaut lama, sepertinya Indonesia bisa menjadi target berikutnya. Namun, bagaimana nasib Duke 150 / Duke 250 yang katanya akan khusus dipasarkan di Indonesia saja? Apakah rumor itu hanya sebagai upaya agar penantian Duke 200 ini tidak terlalu lama? Salam!

KTM Duke 200. Foto : motosblog.com.br

MAAF BANGET, TIGER GAK MUNGKIN TURUN KELAS

Mengikuti perkembangan roda dua di tanah air ini ibarat air yang mengalir deras, gak akan ada habisnya, kecuali musim kekeringan :) Dan kita patut bangga hidup di negeri ini yang selalu dipenuhi suguhan macam-macam. Lihat saja perkembangan roda dua disini (baca: Jakarta) seperti kerumunan semut melintas di jalanan yang semakin sempit. Lagi-lagi sebuah dilema terjadi, di satu sisi kemacetan terus meningkat, transportasi umum tak memadai, kendaraan roda empat yang jumlahnya pun semakin banyak tetap saja bukan menjadi pilihan untuk menerobos kemacetan pada jam-jam sibuk. Akhirnya, motor berjaya!

Honda Tiger New Revo single lamp. Foto : www.astra-honda.com


Diluar fenomena tersebut, salah satu motor produksi AHM yang berkubikasi 196,9 cc dengan basis mesin GL-200 yakni Honda Tiger telah diisukan akan turun kelas menjadi 150cc. Ehm...

Motor yang sudah mengaspal di jalanan Indonesia sejak 1993 silam ini telah menjadi salah satu motor legenda di Indonesia, rasanya cukup mustahil apabila turun kelas. Pertimbangannya seperti ini, Honda Tiger telah mengalami regenerasi dari Honda Tiger 2000-Honda Tiger Revolution-Honda Tiger New Revo yang memang sejauh ini tampilan saja yang berubah walaupun mesin yang diusung tetap sama yakni dari varian GL-200 (GL-200D, GL-200R, GL-200R1, GL-200RA1). Inilah salah satu keunggulan dari Honda Tiger meskipun tidak beredar secara global (hanya dijual di Indonesia saja) merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi AHM maupun penyuka sport cruiser, karena generasi Tiger merupakan 100% produksi dalam negeri. Berbeda dengan basis mesin global Honda CB yang telah bermain dari varian terkecil hingga terbesar, dari CB50 hingga CB1300, ataupun basis mesin Honda VTR dan VFR. Apabila Honda Tiger ada perubahan kapasitas mesin, harusnya bukan turun kelas, melainkan justru naik kelas menggunakan basis mesin yang beredar secara global. Rasanya poin ini terlihat lebih masuk akal ya :) Salam!

Honda CB223s. Mau naik kelas dengan kapasitas mesin seperti ini dijamin banyak bike enthusiast lengket ke Tiger kaya perangko. Meskipun tampil dengan desain klasik, Honda CB223s sudah dilengkapi suspensi monoshock dan diameter velg yang cukup lebar. Foto : www.bikebros.co.jp


Honda VTR 250. Apalagi kalau naik kelas ke model mesin V-Twin DOHC ala Interceptor 250 seperti ini, bakalan banyak rider yang pindah haluan kemari. Foto : ct110.cocolog-nifty.com



ADVENTURE RIDER

Siapa sih diantara kita yang gak pingin keliling dunia? Tuhan menciptakan dunia begitu luasnya, lalu dimana kesempatan kita untuk menikmati alam yang begitu indah dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Ehm...kalau banyak uang pastinya mudah untuk berkeliling dunia, atau kalau mau keliling dunia dengan modal terbatas namun banyak teman dan bebas biaya penginapan, mungkin backpacker-lah yang paling tepat.

Margus dan Kariina di Uyuni Salt Lake, Bolivia serta BMW R1100GS (1998). Pasangan suami istri ini melakukan ekspedisi keliling dunia sejak 2009 lalu, estimasi perjalanan selama 1000 hari lamanya. Foto : www.advrider.com


Nah, bedanya dengan adventure rider, adalah berkeliling dari satu kota, pulau atau negara bahkan benua dan tak pernah lepas dari yang namanya motor. Untuk menjadi seorang ADVrider...

Syaratnya yang pasti harus punya motor. Motornya pun harus siap untuk segala medan. Biasanya, tipe motor yang digunakan AdvRider adalah motor enduro seperti BMW R1200GS Adventure, KTM 990 Efi Adventure, dll. Motor enduro ini memang cepat beradaptasi dengan medan yang berat sekalipun, seperti berlumpur, jalanan berpasir bahkan sungai sekalipun. Tapi bukan berarti tidak diperuntukkan di jalan raya yang beraspal ya :)

Margus dan Kariina di Monument Valley. Foto : www.advrider.com


Selain harus memiliki motor sebagai media transportasi utama, seorang ADVrider pastinya memiliki jiwa seorang petualang, memiliki kemampuan baik dalam navigasi, pengetahuan tentang mekanisme mesin dan cara kerjanya (bukan berarti harus jago mesin 100%). Berikutnya adalah bekal safety riding dan safety gear, karena gak mungkin seorang ADVrider adalah seorang rider yang sering melanggar lampu merah, tidak memakai helm, tidak memiliki SIM bahkan bersandal jepit. Berhubung perjalanan menggunakan motor dengan jarak tempuh yang sangat jauh, sudah dipastikan seorang ADVrider itu harus sehat, tidak mudah sakit-sakitan, jiwa dan mentalnya pun harus fit! Peralatan yang dibawa pun harus cukup mumpuni, seperti toolkit motor, alat penambal ban, busi, oli, lampu bohlam, jas hujan dan banyak lagi. Dan bagi ADVrider yang suka naik gunung dan menikmati alam baik hutan, gunung dan pantai mungkin bisa bawa tenda sekalian.

Sebagai contoh pasangan suami istri dari Estonia, Eropa yakni Margus dan Kariina melakukan perjalanannya sejak 2009 melalui rute benua Eropa, Inggris, benua Amerika, benua Australia, benua Asia dan benua Afrika dengan estimasi perjalanan sekitar 1000 hari atau 2,5 tahun (sepertinya akan lebih :). Berbagai persiapan dilakukan termasuk modal yang sangat besar dan mereka pun siap apabila dalam ekspedisi mereka kehabisan dana, mereka siap bekerja selama 6 bulan bahkan 1 tahun untuk bisa meneruskan kembali perjalanan, dan mereka bertekad untuk memulai kehidupan dari nol begitu sampai di rumah mereka. Via www.advrider.com dengan judul ride report "From Estonia with Love" mereka melakukan perjalanan yang sangat spektakuler, dibekali dengan kamera dan video, mereka mengabadikan lokasi tempat-tempat yang sangat unik di seluruh dunia. Saya mengikuti cerita perjalanan mereka hingga saat ini. Bahkan mereka sempat juga ke Indonesia, melalui rute timur ke Bali, Jawa dan Sumatera. Sebuah perjalanan yang sangat indah dipenuhi dengan peristiwa yang unik, bahkan beberapa kali jatuh sakit dan ditimpa musibah kecelakaan pun mereka alami, namun tak ada yang bisa mengalahkan niat besar mereka berdua. Satu kata buat perjalanan mereka "Salut!".

Kariina di Baja California, Meksiko. Foto : www.advrider.com


Tak terhitung sudah adventure rider yang telah berhasil mengarungi negara-negara di seluruh dunia. Sebut saja dari ADVrider Indonesia Kang JJ yang keliling dunia selama kurang lebih 2,5 tahun menggunakan BMW R1150GS Adventure. Kemudian Ewan McGregor dan Charley Boorman keliling dunia dalam Long Way Round dan Long Way Down menggunakan BMW R1200GS Adventure. Ekspedisi Ring of Fire Adventure oleh Youk Tanzil bersama 4 rider lainnya memakai Kawasaki D'Tracker 250 untuk memperkenalkan tempat dan tujuan wisata di seluruh Indonesia. Ada juga bro Haryo Widodo yang seorang blogger juga baru saja menyelesaikan ekspedisinya ke bagian timur Indonesia menggunakan Bajaj Pulsar 220 yang dikemas dalam East Xpedition 2011.  Dan yang tak kalah penting bagi seorang ADVrider adalah mampu menceritakan dan mengemasnya dalam sebuah ride report yang bisa dibaca dan dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia ini. Hal inilah yang sebenarnya dapat memotivasi calon ADVrider di seluruh dunia dalam memulai sebuah ekspedisi.

Salam!

Foto : haryowidodo.wordpress.com

Foto : www.ringoffireadventure.com

Charles Boorman dan Ewan McGregor. Foto : www.motorcyclenews.com


Panduan Bisnis Online

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner